BPR syariah

Perbedaan BPR Konvensional Dan BPR Syariah

Modal merupakan salah satu faktor penting dalam sebuah usaha. Bagi para pengusaha, modal bisa saja Anda dapatkan dengan menggunakan jasa kredit dari bank atau dengan melakukan peminjaman modal dari instalasi keuangan baik itu pemerintah atau swasta. Saat ini, ada banyak produk bank yang menawarkan keuntungan pada nasabah, dengan menawarkan keuntungan melalui program Bank Perkreditan Rakyat yang merupakan lembaga keuangan milik pemerintah.

Adapun jenis dari BPR ini terbagi atas dua jenis, yakni BPR konvensional dan juga BPR Syariah. Layanan keuangan yang menjunjung nilai dan prinsip syariah, atau menjauhkan diri dari riba. Keuntungan yang didapatkan melalui hal-hal yang tidak diperbolehkan agama, dan juga sangat merugikan bagi Anda.

Gambar terkait

Ada perbedaan yang cukup signifikan, dari BPR konvensional dan juga BPR syariah. Selain dari segi operasional sudah jelas antara BPR berbasis syariah dan juga konvensional, Ada perbedaan lain  yang bisa kami jelaskan lebih rinci, yakni sebagai berikut :

1. Sistem Operasional

Dari sistem operasional jelas jika BPR syariah merupakan lembaga yang bergerak dalam bidang keuangan yang dijalankan berdasarkan prinsip dan juga nilai syariah. Sedangkan BPR konvensional tidak menggunakan sistem syariah.

2. Sistem Keuntungan

BPR konvensional tidak menggunakan bagi hasil, namun jika BPR yang memiliki basis syariah menggunakan sistem bagi hasil seperti pembiayaan mudharabah, bai bitsaman ajil, qardhul hasan, musyarakah, dan juga murabahah.

3. Penghimpunan Dana

BPR konvensional menghimpun dana masyarakat dalam bentuk deposito berjangka atau tabungan. Sedangkan BPR yang berbasis syariah, memiliki fungsi yang sama hanya saja berdasarkan perjanjian akad dan juga prinsip syariah.

4. Investasi 

Untuk investasi nasabah BPR konvensional bisa berinvestasi di semua bentuk usaha, berbeda dengan BPR yang berbasis syariah yang memiliki kriteria khusus pada usaha yang boleh diinvestasikan. Yakni, usaha yang tidak melanggar hukum dan kaidah syariah.

5. Hukum yang berlaku

Pembeda terakhir, terdapat pada hukum yang berlaku antara BPR Konvensional dan juga BPR yang berbasis syariah. Dimana seluruh operasional BPR Konvensional mengikuti hukum yang berlaku di Indonesia, sedangkan BPR berbasis syariah berlandaskan kekuatan hukum sesuai dengan kaidah dan juga nilai syariah.

Dengan mengetahui perbedaan dari BPR konvensional dan juga BPR syariah, Anda bisa menentukan untuk menggunakan jasa Bank Perkreditan sesuai dengan keinginan dan pemahaman hukum yang Anda percaya. Mengingat fungsi bank perkreditan yang membantu para pengusaha baik itu pengusaha yang baru berkembang atau yang berniat memperbesar skala usaha, maka kehadiran Bank Perkreditan Rakyat berbasis syariah sangat menguntungkan karena dijamin kehalalan akan sumber uang yang didapatkan dan juga sesuai dengan syariat dan juga hukum  yang berlaku di dalam agama Islam, yang menjauhkan diri dari Riba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *