MEMAHAMI HADITS BERDASARKAN ASBABUL WURUD

MEMAHAMI HADITS BERDASARKAN ASBABUL WURUD:: MEMAHAMI HADITS BERDASARKAN ASBABUL WURUD “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu, Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”(An Nisaa 4:59).

Menurut ahli tafsir Imam Thabari (8/495-507) yang dimaksud dengan taat kepada Allah dan RasulNya adalah taat kepada Allah untuk melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya.

Dalam Musnad Imam Ahmad Rasulullah bersabda :

“Barang siapa taat kepadaku maka sesungguhnya ia taat kepada Allah dan barang siapa taat kepada pemimpin sesungguhnya taat kepadaku, dan barang siapa durhaka kepadaku maka ia telah durhaka kepada Allah dan barang siapa durhaka kepada pemimpin maka ia durhaka kepadaku”.

Menurut Atho ‘ taat kepada Rasulullah maksudnya adalah mengikuti kitab

Yang dimaksud ulil amri mereka adalah ahli ilmu dan ahli fiqih.

Demikian halnya kata Ali RA yaitu ahli fiqih dan ahi agama.Atho’ mengatakan merekaadalah ahli fiqih dan ulama.

Berdasarkan uraian tersebut yang dimaksud ulil amri adalah umara, ahli fikih, ahli ilmu dan para ulama.

Memahami bedasarkan asbabul wurud

Salah satu bentuk taat kepada Rasulullah adalah mengikuti sunnah beliau. Atau hadits yang berasal dari nabi SAW.

Untuk sampai kepada pemahaman yang benar salah satu caranya yaitu dengan mengetahui asbabul wurud (sebab-sebab turunnya hadits).

Ini sangat penting, khususnya bagi para pemuda yang baru belajar hadits, tapi sudah bergaya seperti para Imam, untuk kemudian berfatwa atau menghukumi perbuatan orang lain hanya dengan melihat matan (isi) hadits, tanpa mau menengok sebab-sebab turunnya hadits serta pendapat para ahli ilmu dan ahli fikih yang diakui dunia Islam. Yaitu para ulama yang jauh dari para raja dan para penguasa zhalim. Karena mereka hanya takut kepada Allah SWT. (Innama yakhsyallaha min ‘ibaadihil ‘ulamaa’).

Untuk itu marilah kita lihat berbagai contoh memahami hadits dengan melihat asbabul wurudnya.

“Angkatlah rumah itu ke langit dan mintalah kepada Allah kelapangan rizki. “ (HR Thabrani, isnadnya hasan).

Orang yang tidak melihat sebab turunnya hadits. maka ia menduga bahwa Rasulullah menyuruh agar kita mengangkat rumat ke langit. Ini tentu tidak mungkin dan tidak masuk akal. Bagaimana mungkin rumah bisa diangkat ke langit.?

Sababul wurudnya adalah ketika Khalid bertanya kepada Rasulullah, “Aku mengeluh kepada Rasulullah tentang kesempitan hidup dan kemiskinan. “ Sabda beliau, “Angkatlah rumah itu ke langit……“

Maksudnya adalah suasana rumah harus diciptakan sedemikian rupa supaya tidak terasa sumpek baik fisik maupun non fisik. Karena kita tidak mungkin menggangkat rumah sampai langit.

Contoh lainnya hadits yang berbunyi “Masuk Islamlah kamu kemudian berperanglah. “ (HR Bukhari dari Al bara’ bin Azid).

Orang yang membaca hadits ini akan berkesimpulan bahwa Islam agama yang suka perang. Jika tidak mau berperang maka tidak perlu masuk Islam. Atau tugas utama orang setelah masuk Islam adalah berperang. Pemahaman ini tentu sangat jauh dari makna hadits tersebut.

Untuk itu kita perlu mengetahui sebab turunnya hadits tersebut. Yaitu pada suatu peperangan ada seorang laki-laki menemui beliau dan berkata, “ Ya Rasulullah aku akan berperang kemudian baru masuk Islam. “ Lalu beliau menjawab, “ Masuk Islamlah kemudian berperang.“

Kemudian dia loncat ke medan perang dan terbunuh. Lalu Rasulullah bersabda, “Dia beramal sedikit namun diberi pahala banyak. “

Hadits lainnya, “ Sesungguhnya perempuan itu menghadap dalam rupa syetan dan membelakangi dengan rupa syetan. Maka bila salah seorang kamu melihat perempuan, lalu ia mengagumi kecantikannya, maka hendaklah ia mendatangi istrinya, karena sesungguhnya hal itu akan mengembalikan sesuatu yang ada pada dirinya.“ (HR Muslim, Ahmad, Abu Daud adan Nasaa’i).

Membaca dhahir hadits kita akan berkesimpulan alangkah malangnya nasib wanita yang disamakan dengan syetan. Padahal maknanya tentu sangat jauh dari dhahirnya (arti teksnya).

Karena sebab turunnya hadits tersebut adalah pada suatu saat Nabi melihat seorang wanita, maka beliau segera mendatangi istrinya Zainab, lalu beliau menunaikan hasratnya kepada istrinya. Kemudian beliau menemui sahabat-sahabatnya dan bersabda seperti bunyi hadits tersebut.

Sehingga maknanya bahwa kecantikan wanita itu dapat menimbulkan gairah atau nafsu seksual yang mengarah kepada kemaksiyatan. Sebagaimana halnya syetan yang mengajak kepada perbuatan maksiyat, keji dan munkar. Jadi maknanya wajah wanita dalam rupa syetan hanyalah majaz (tamsil) bukan makna hakiki. Sebab kecantikannya dapat menggoda kita. Karena itu Rasulullah menyuruh agar segera kembali kepada istrinya agar tidak tergoda oleh wanita lain.

“Sesungguhnya anak itu menimbulkan sifat bakhil, menakutkan, membodohkan dan menyedihkan. “ (HR Hakim, Thabarani, Imam Adz Dzahabi dan Al Iraqi menyatakan sanadnya shahih).

Sababul wurudnya adalah Rasulullah menggendong Hasan (cucunya) lalu beliau menciuminya dan bersabda seperti itu.

Maksudnya bahwa anak atau cucu bisa melalaikan, menyebabkan cinta dunia dan melupakan akherat.

Demikianlah salah satu cara memahami hadits. Yaitu dengan melihat sebab-sebab turunnya hadits.

Artikel ini berhubungan dengan :

artikel  MEMAHAMI HADITS BERDASARKAN ASBABUL WURUD ,  MEMAHAMI HADITS BERDASARKAN ASBABUL WURUD , contoh dakwah  MEMAHAMI HADITS BERDASARKAN ASBABUL WURUD , contoh dakwah islam  MEMAHAMI HADITS BERDASARKAN ASBABUL WURUD , dakwah, dakwah  MEMAHAMI HADITS BERDASARKAN ASBABUL WURUD , dakwah download, dakwah islam, dakwah islami, dakwah nabi muhammad  MEMAHAMI HADITS BERDASARKAN ASBABUL WURUD , hadist  MEMAHAMI HADITS BERDASARKAN ASBABUL WURUD

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SOBAT

Artikel diatas ditulis oleh : Tim SumberKita.Com
Artikel diatas dilindungi oleh hak Cipta kami dari www. myfreecopyright.com. Jika ingin mengutip, harap memberikan link aktif dofollow ke URL diatas. Jika Tidak, anda akan diproses hukum oleh DMCA Takedown dan berakibat buruk pada blog saudara serta account saudara. Terima kasih atas Perhatian saudara serta Terima Kasih telah berkunjung di blog ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>