Kisah Osin, Gadis 15 Tahun yang Menjadi Menteri Kabinet Jokowi

Diposting pada
Maria siswi SMP 15 tahun gantikan Menko Luhut Panjaitan. ©2018 Merdeka.com

Maria Lengari siswi 15 tahun SMP Swasembada, Hadakewa, di Lembata berkesempatan merasakan menjadi Menteri Koordinator Kemaritiman menggantikan Luhut Panjaitan selama sehari.

Maria atau Osin, telah memenangi sebuah kompetisi kepemimpinan oleh Yayasan Plan International Indonesia (YPII). Kompetisi ini digelar untuk memperingati Hari Anak Perempuan sedunia yang diperingati setiap tanggal 11 Oktober.

Untuk memberikan pengalaman dan kesempatan memimpin di dunia nyata, bekerjasama dengan Kemenko Bidang Kemaritiman, Osin diberikan kesempatan untuk menjadi Menko Bidang Kemaritiman selama sehari pada Hari Kamis (11/10).

Sekretaris Bidang Kemenko Bidang Kemaritiman, Agus Purwoto, mengaku sangat mengapresiasi kegiatan itu. “Saya ingin agar anak kita dapat memiliki pengalaman memimpin seperti yang Pak Menko lakukan sehari-hari, serta dapat mengetahui apa saja yang telah dilakukan oleh pemerintah khususnya untuk membangun sektor kemaritiman,” ujarnya saat mendampingi Osin di Kantor Kemenko Bidang Kemaritiman, dikutip Jumat (12/10).

Detailnya, sama seperti yang Menko Luhut lakukan, Osin memulai aktivitas di kediaman Menko Maritim di kawasan Widya Chandra, lalu bergerak ke kantor Kemenko Bidang Kemaritiman. Persis sama dengan kegiatan Menko Luhut, sederet rapat pimpinan maupun rapat koordinasi dengan empat kementerian di bawah koordinasi Kemenko Bidang Kemaritiman telah menunggu untuk dipimpin oleh Menko Osin.

Maria siswi SMP 15 tahun gantikan Menko Luhut Panjaitan. ©2018 Merdeka.com

Berperan sebagai Menko, Osin mengaku sangat senang dan tidak menyangka dia akan dapat merasakan menjadi pejabat negara yang kebijakannya berpengaruh terhadap banyak orang.

“Saya sangat senang dan bangga hari ini bisa bisa belajar dan mendapatkan pengalaman baru sebagai Menko Maritim,” ungkap Osin.

Arahan Osin sebagai menko antara lain berharap kementerian perhubungan bisa mendorong transportasi yang nyaman, aman untuk perempuan dan anak perempuan.

Di sektor pariwisata, Osin meminta tidak ada lagi anak-anak yang bekerja, anak-anak terlibat dalam kegiatan beresiko, anak-anak harus sekolah, pariwisata harus memberikan dampak kesejahteraan bagi keluarga agar anak-anak bisa sekolah.

Selain itu, kepada Sesmenko Kemaritiman, Osin meminta agar pemerintah memperhatikan cara anak-anak yang tinggal di kepulauan atau pedalaman supaya memiliki akses dan alat transportasi yang aman.

“Selama ini mereka naik truk, angkot atau perahu yang sudah usang bahkan jalan kaki,” ujar siswi kelas 9 ini.

Tak hanya itu, Osin juga memberikan masukan mengenai perikanan di wilayahnya.

“Di Lembata ikan sangat berlimpah, tapi nelayan suka membuang ikan yang tidak terjual. Karena tidak tahu cara menyimpan, tidak ada pengolahan jadi dibeli murah,” keluhnya.

Loading...