Kriteria Karyawan yang Baik dalam Alquran

Diposting pada

Oleh karena itu dunia pendidikan memfasilitasi kebutuhan tersebut dengan model pendidikan kejuruan. Di tingkat SMA, ada SMK dengan berbagai macam bidang kejuruan yang ditawarkan. Seperti otomotif, elektronika, dan bahkan olah raga. Di tingkat Perguruan Tinggi semakin banyak pilihan spesialisasinya. Ada kedokteran, apoteker, teknik sipil, dan madih banyak lag.

Semua hal tersebut bertujuan untuk mengasah aspek “qowiyyun” dalam diri manusia. Dengan “qowiyyun” yang mumpuni, maka mereka akan makin terampil dalam bidang yang mereka gelut. Sebagai dokter, mereka menjadi dokter yang mampu menjalankan tugas medisnya. Sebagai guru. mereka mampu mengajar dengan baik. Dan lain sebagainya.

Aspek yang kedua adalah “amiin”. Yang dimaksud dengan “amiin” adalah dapat dipercaya. Dalam pengertian luasnya, orang tersebut memiliki kualitas akhlak yang unggul. Atau dengan kata lain, orang tersebut miliki akhlak yang mulia. Termasuk dalam aspek ini: jujur, rendah hati, tanggung jawab, dan lain-lain.

Pentingnya kompetensi dalam melaksanakan tugas ini sesuai dengan nasihat Arab yang artinya “Jika sebuah urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggu saja saat kebinasaanya.”

Bisa dibayangkan, ada orang yang tidak mengerti teknik sipil atau arsitektur diberi tanggung jawab membuat bangunan. Apa yang terjadi? Tentu hasilnya akan tidak maksimal, atau bahkan akan gagal terwujud bangunan tersebut. Inti permasalahannya bukan berada pada rancangan bangunannya, tapi kepada pemilihan pelaksana tugas tersebut yang tidak sesuai. Yang dapat melaksanakan tugas teelrsebut adalah orang yang memiliki keilmuan dan keterampilan tentang rancang bangun.

Aspek kedua ini tidak dapat dipandang sebelah mata. Kualitas akhlak sama pentingnya dengan kualitas kompetensi. Bahkan, banyak yang menempatkan akhlak lebih utama daripada kompetensi. Hal ini dapat menemukan kebenarannya bila kita merujuk kepada tujuan Rasulullah saw diutus ke dunia ini. Sebagaimana sabda beliau, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak.” Jika kita renungkan dengan saksama, memang penting sekali kemuliaan akhlak dalam bekerja.

Terjadinya penyelewengan dalam pekerjaan sesungguhnya menunjukkan kelemahan dari sisi akhlak. Banyaknya pejabat di negeri kita yang ditangkap ulah KPK membuka kesadaran kita. Bahwa mereka itu ditangkap bukan karena tidak memiliki kompetensi untuk melaksanakan tugas mereka, namun karena rendahnya kualitas akhlak mereka. Mereka mengambil uang yang bukan hak mereka.

Mereka-mereka bekerja di bawah meja, sehingga hal yang semestinya tidak boleh, menjadi boleh. Mereka bersekongkol dengan para pihak untuk meluluskan kepentingan mereka, sehingga mereka mendapatkan keuntungan pribadi dalam hal tersebut.

Demikianlah kriteria karyawan yang baik yang tersurat dalam Alquran. Sesungguhnya hal tersebut benar adanya. Antara kualitas kompetensi dan akhlak haruslah dimiliki oleh seseorang untuk dapat menjadi pekerja yang baik.

Oleh: Mohammad Efendi

Penulis adalah Pendidik di SD Al Hikmah Full Day School Surabaya

(ful)

sumber: okezone.com

Loading...