Tidur terlalu lama tingkatkan risiko meninggal dini

Diposting pada

Untuk penelitian ini, para peneliti menggunakan durasi tujuh sampai delapan jam sebagai rekomendasi untuk membandingkan berbagai hasil.

Mereka menyatakan temuan ini signifikan karena menyoroti masalah jika durasi tidur lebih lama dibandingkan dengan durasi tidur lebih pendek, juga bahwa semakin panjang durasi tidur, semakin parah masalah yang muncul.

Di Indonesia penyakit kardiovaskular sebagai penyebab kematian tidak dapat dianggap sepele. Pada tahun 2015 diperkirakan lebih dari 655 ribu orang meninggal karenanya.

Sebanyak 35,5 persen kematian penduduk diperkirakan karena penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah, di antaranya penyakit jantung hipertensi, penyakit jantung iskemik, dan strok.

Perlu dipahami, hubungan antara durasi tidur, kualitas tidur, dan penyakit kardiovaskular serta mortalitas masih belum jelas. Mereka yang telah mengamatinya menyimpulkan bahwa hal ini rumit dan melibatkan banyak faktor yang saling berinteraksi.

Ada beberapa bukti yang menunjukkan kurang tidur meningkatkan kadar energi dan hormon nafsu makan leptin dan ghrelin, dan ini dapat menyebabkan obesitas dan gangguan kontrol gula darah.

Mengurangi tidur juga bisa meningkatkan peradangan, yang telah dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular dan kanker.

Di sisi lain, terlalu banyak tidur mungkin berhubungan dengan penyakit kardiovaskular karena kondisi yang ada memicu rasa letih. Ini termasuk kondisi peradangan dan anemia yang persisten.

Para ilmuwan juga menemukan kaitan antara aktivitas fisik yang rendah, depresi, pengangguran, dan status sosial ekonomi rendah dengan durasi tidur lebih lama. Ini mungkin berkontribusi, tetapi mereka juga bisa menutupi, hubungan antara durasi tidur yang lebih lama dan penyakit kardiovaskular serta risiko kematian.

Dr. Kwok dinukil The Guardian menyatakan, “Dalam masyarakat modern tidur tergantung pada banyak aspek, budaya, sosial, psikologis, perilaku, patofisiologi, dan pengaruh lingkungan.”

Lanjut Dr. Kwok, “Pengaruh-pengaruh ini timbul karena berbagai alasan, mulai dari merawat anak-anak dan kerabat, hingga penyakit mental dan fisik, kerjashift, dan ketersediaan komoditas selama 24 jam.”

Jadi, seperti berbagai hal dalam hidup, tidur juga perlu dijaga secukupnya namun berkualitas.

 

sumber: https://today.line.me/id/pc/article/Tidur+terlalu+lama+tingkatkan+risiko+kematian+dini-ZZ30zN

Loading...